Seperti yang kita ketahui,
Negara kita tercinta Indonesia pernah dijajah oleh beberapa Negara seperti
portgis, Inggris, Belanda, dan Jepang. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda di
Indonesia, terdapat banyak gubernur-gubernur dari pemerintahan Belanda untuk
mempertahankan tanah jajahannya yaitu Indonesia dari Ancaman Iggris yang
berkuasa di India. Louis Napoleon (Raja Belanda saat itu) membutuhkan orang
kuat yang berpengalaman militer untuk menjadi gubernur di Indonesia. Oleh
karena itu Louis Napoleon mengangkat Herman Willem Daendles sebagai gubernur
jendral di Indonesia. Daendles mulai menjalankan tugasnya pada tahun 1808
dengan tugas utamanya memertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.
![]() |
| Herman Willem Daendles |
Daendles adalah salah atu
revolusioner, sehingga dia sangat mendukung perubahan-perubahan liberal. Ia
bercita-cita untuk memperbaiki nasib
rakyat dengan memajukan pertanian dan perdagangan. Namun kenyataanya, sikap
Dandles dalam melakukan Kebijakan-kebijakannya bersikap diktator sehingga dalam
masa pemerintahannya yang singkat, yang akan selalu diingat oleh rakyat adalah
kekejamannya. Selama ia bertugas memerintah di Indonesia ia melakukan
pembauan-pembaruan masa jabatanya. Adapu pembaruan dan kebijakan tersebut
adalah
1.
Kebijakan
Birokrasi Pemerintahan
a.
Pembubaran
dan penggantian Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislate pendamping gubenur
jendral oleh Dwan Penasihat.
b.
Pulau Jawa
dibagi menjadi 9 pefektuur dan 3 Kabupaten.
c.
Para bupati
dijadikan pegawi pemerintah Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan
kpegawaian pemerintah Belanda.
2.
Bidang Hukum Dan Peradilan
a.
Dalam bidang
hokum, Daendles memiliki 3 jenis pengadilan yaitu
1)
Pengadilan
untuk orang Eropa
2)
Pengadilan
untuk orang Pribumi
3)
Pengadilan
untuk orang Timur Asing
b.
Pemberantsan
Korupsi Tanpa Pandang Bulu, termasuk terhadap Bangsa Eropa. Namun dalam
menerapkan kebijakan ini, Daendles sendiri malah melakukan korupsi
besar-besaran dalam penjualan tanah kepada pihak swasta.
3.
Bidang
Militer dan Pertahanan.
Dalam melaksanakan tugasnya, untuk mempertahankan Pulau Jawa dari Serangan Inggris, Daendles mengambil
langkah kebijakan sebgai berikut
a.
Membangun
jalan antara Anyer-Penarukan, bagi sebagi lalu lintas pertahanan maupun
perekoomian. Hal inilah kebijaka Daendles yang kontroversial
b.
Menambah
jmlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20000 orang.
c.
Membangun
pabrik senjata di Gresik dan Semarang.
Hal itu ia lakukan karena tidak mungkin mengharapkan lagi bantua dari
Eropa akibat blockade Inggris di lautan
4.
Bidang
Ekonomi dan Keuangan
a.
Membentuk
Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkae) dan dilakukan
pemberantasan korupsi dengan keras.
b.
Mengeluarkan uang
kertas
c.
Memperbaiki gaji
pegawai
d.
Pajak in
natura (contingenten) dan system penyerhan wajib (Verplichte Leversntie)
yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan
e.
Mengadakan monopoli beras
f.
Mengadakan pranger
stesel, yaitu kewajiban bagi rakyat priangan untuk menanam tanaman ekspor (kopi)
5.
Bidang Sosial
a.
Rakyat ipaksa
melakukan kerja rodhi untuk membangun jalan Anyer-Penarukan
b.
Perbudakan dibiarkan
berkembang
c.
Menghpus upacara
penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan
d.
Membuat jaringan
pos distrik dengan menggunakan kuda pos
Selama 3 tahun itu kebijakan
di atas yang terlahir dari seorang Deandles. Karena kekejamannya dan
kesewenang-wenangannya menimbulkan kebencian dikalangan rakyaat pribumi maupun
dari pihak orang-orang Eropa. Sikapnya yang ototriter terhadap raja-raja Banten, Yogyakarta, dan
Cirebon juga mengakibatkan pertentangan dan perlawanan terhadapnya. Dalam pada
masa Daendels ini erjadi juga penyelewengan dalam penjualan tanah kepada pihak
swasta dan manipulasi penjualan Isana Bogor. Dan juga keburuka dalam sistem administrasi
pemerintahan. Semua hal tersebut adalah faktor-faktor berakhirnya Daendels di
Indonesia. Pada akhirnya Louis Napoleon menarik kembali Daendels dengan
pertimabangan Daendels sudah bekerja optimal di Indonesia. Penarikan Daendels
ke Belanda disertai juga pengangkatan dirinya sebagai panglima perang yang
kemudian dikirim ke medan perang di Rusia. Dengan pengangkatannya ini pun tugas
Daendles di Indonesia berakhir. Walaupun ia memerintah di bumi kita tercinta
ini tidak terlalu lama, namun dampaknya sangat besar yang rakyat peroleh. Penyiksaan,
perbudakan, kekejaman dan kekerasan tidak dapat dihindarkan. Hal ini
menggoreskan luka yang cukup dalam pada rakyat Indonesia. Setelah Daendles
dipanggil kembali ke Belanda, maka Daendles digantikan oleh Jendral Jansesens. Sama
seperti Daendles, ia ditugaskan untuk memertahankan Pulau Jawa dari Inggris.

Komentar