Pemerintahan Herman Willem Daendels




Seperti yang kita ketahui, Negara kita tercinta Indonesia pernah dijajah oleh beberapa Negara seperti portgis, Inggris, Belanda, dan Jepang. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda di Indonesia, terdapat banyak gubernur-gubernur dari pemerintahan Belanda untuk mempertahankan tanah jajahannya yaitu Indonesia dari Ancaman Iggris yang berkuasa di India. Louis Napoleon (Raja Belanda saat itu) membutuhkan orang kuat yang berpengalaman militer untuk menjadi gubernur di Indonesia. Oleh karena itu Louis Napoleon mengangkat Herman Willem Daendles sebagai gubernur jendral di Indonesia. Daendles mulai menjalankan tugasnya pada tahun 1808 dengan tugas utamanya memertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.
Herman Willem Daendles
Herman Willem Daendles (1762-1818) memulai karir di kota kelahirannya Hattern sebagai pengacara. Pada tahun 1794 ia bergabung dengan tentara Prancis yang masuk ke Belanda sebagai Brigadir. Ketika sebagai Letnan Jendral ia beralih ke Bataafsc Republik dan ikut dalam perebutan kekuasaan pada tanggal 22 Januari 1798. Ia ditugaskan Louis Napoleon ke Nusantara sebagai Gubernur Jendral yang mempunyai tugas utama memertahankan Pulau Jawa dari ancaman Inggris. Dalam masa pemerintahannya sebagai Gubernur Jendral (1808-1811), Ia membuat suatu kontroversial. Apakah kebijakan kontroversial tersebut? Ok mari kita melanjutkan membaca untuk mengetahuinya.
Daendles adalah salah atu revolusioner, sehingga dia sangat mendukung perubahan-perubahan liberal. Ia bercita-cita  untuk memperbaiki nasib rakyat dengan memajukan pertanian dan perdagangan. Namun kenyataanya, sikap Dandles dalam melakukan Kebijakan-kebijakannya bersikap diktator sehingga dalam masa pemerintahannya yang singkat, yang akan selalu diingat oleh rakyat adalah kekejamannya. Selama ia bertugas memerintah di Indonesia ia melakukan pembauan-pembaruan masa jabatanya. Adapu pembaruan dan kebijakan tersebut adalah
1.     Kebijakan Birokrasi Pemerintahan
a.     Pembubaran dan penggantian Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislate pendamping gubenur jendral oleh Dwan Penasihat. 
b.     Pulau Jawa dibagi menjadi 9 pefektuur dan 3 Kabupaten.
c.      Para bupati dijadikan pegawi pemerintah Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan kpegawaian pemerintah Belanda.
2.      Bidang Hukum Dan Peradilan
a.     Dalam bidang hokum, Daendles memiliki 3 jenis pengadilan yaitu
1)    Pengadilan untuk orang Eropa
2)    Pengadilan untuk orang Pribumi
3)    Pengadilan untuk orang Timur Asing
b.     Pemberantsan Korupsi Tanpa Pandang Bulu, termasuk terhadap Bangsa Eropa. Namun dalam menerapkan kebijakan ini, Daendles sendiri malah melakukan korupsi besar-besaran dalam penjualan tanah kepada pihak swasta.
3.     Bidang Militer dan Pertahanan.
Dalam melaksanakan tugasnya, untuk mempertahankan Pulau Jawa  dari Serangan Inggris, Daendles mengambil langkah kebijakan sebgai berikut
a.     Membangun jalan antara Anyer-Penarukan, bagi sebagi lalu lintas pertahanan maupun perekoomian. Hal inilah kebijaka Daendles yang kontroversial
b.     Menambah jmlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20000 orang.
c.      Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang.  Hal itu ia lakukan karena tidak mungkin mengharapkan lagi bantua dari Eropa akibat blockade Inggris di lautan
4.     Bidang Ekonomi dan Keuangan
a.     Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkae) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.
b.     Mengeluarkan uang kertas
c.      Memperbaiki gaji pegawai
d.     Pajak in natura (contingenten) dan system penyerhan wajib (Verplichte Leversntie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan
e.      Mengadakan monopoli beras
f.       Mengadakan pranger stesel, yaitu kewajiban bagi rakyat priangan untuk menanam tanaman ekspor (kopi)
5.     Bidang Sosial
a.     Rakyat ipaksa melakukan kerja rodhi untuk membangun jalan Anyer-Penarukan
b.     Perbudakan dibiarkan berkembang
c.      Menghpus upacara penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan
d.     Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos

Selama 3 tahun itu kebijakan di atas yang terlahir dari seorang Deandles. Karena kekejamannya dan kesewenang-wenangannya menimbulkan kebencian dikalangan rakyaat pribumi maupun dari pihak orang-orang Eropa. Sikapnya yang ototriter  terhadap raja-raja Banten, Yogyakarta, dan Cirebon juga mengakibatkan pertentangan dan perlawanan terhadapnya. Dalam pada masa Daendels ini erjadi juga penyelewengan dalam penjualan tanah kepada pihak swasta dan manipulasi penjualan Isana Bogor. Dan juga keburuka dalam sistem administrasi pemerintahan. Semua hal tersebut adalah faktor-faktor berakhirnya Daendels di Indonesia. Pada akhirnya Louis Napoleon menarik kembali Daendels dengan pertimabangan Daendels sudah bekerja optimal di Indonesia. Penarikan Daendels ke Belanda disertai juga pengangkatan dirinya sebagai panglima perang yang kemudian dikirim ke medan perang di Rusia. Dengan pengangkatannya ini pun tugas Daendles di Indonesia berakhir. Walaupun ia memerintah di bumi kita tercinta ini tidak terlalu lama, namun dampaknya sangat besar yang rakyat peroleh. Penyiksaan, perbudakan, kekejaman dan kekerasan tidak dapat dihindarkan. Hal ini menggoreskan luka yang cukup dalam pada rakyat Indonesia. Setelah Daendles dipanggil kembali ke Belanda, maka Daendles digantikan oleh Jendral Jansesens. Sama seperti Daendles, ia ditugaskan untuk memertahankan Pulau Jawa dari Inggris.

Komentar