Sebenanya apakah arti hidup sebenarnya? beberapa orang memiliki jawaban mereka dengan versi mereka sendiri. namun masih banyak orang yang lari dari kehidupan. mereka tidak mengetahui apakah sesungguhnya kehidupan itu.
mengenai kehidupan, jika kita menanyakan kepada orang-orang apa yang membuat mereka merasa hidup? jawaban mereka pasti beragam. ada yang menjawab dengan harta, tahta, kekasih yang selalu setia pada dirinya, dan masih banyak lagi. semua itu hanya orang yang bersangkutan yang bisa menentukannya. kemanakah arah hidupnya akan dituju. apakah menuju kebahagiaan atau sebaliknya.
banyak orang yang lari dari kehidupannya, ingin menghilang dari kehidupan ini. Banyak orang lari dari kehidupan ini karena masalah hati. mereka mungkin merasa hanya 'dia'lah yang bisa membuat hidupnya bahagia, atau ia lari karena tak bisa menjaganya? etahlah... seringkali pikiran tidak sepihak dengan perasaan kita. perasaan yang membuat semua ini runyam. membuat kita merasa makhluk yang paling mederita dijagat raya ini. bahkan mampu membuat kapiten kapal Phinisi yang tangguh pun lari dari rintangan hatinya. seseorang yang tangguh dalam kehidupan hanya lari dari 2 hal, kebencian dan perasaan. begitu pula dengan kita, bedanya kita lebh sering lari dari perasaan. mereka yang tidak bisa melewati hal tersebut, banyak yang salah mengambil langkah.
mereka yang lari dari perasaan dan kata hatinya, banyak yang masih bertanya-tanya sebenarnya apakah cinta sejati tersebut. percayalah teman, sesungguhnya akupun belum mengetahuinya. namun aku berpikir sejatinya untuk menngetahui cinta sejati adalah dengan meninggalkannya. sebuah cara yang sangat susah dilakukan memang. meninggalkan orang yang kita cintai dan sayangi. jauh dari kehidupan kita. banyak orang yang tidak mau melakukannya, mayoritas dari kita malahan. mana ada orang yang mau meninggalkan seseorang yang sangat dicintai dan disayanginya hanya untuk mengetahui apakah dia cinta sejatinya. mereka sudah terebih dahuu yakin bahwasanya Ia sudah menemukan cinta sejatinya, buat apa di tinggalkan? hanya menyengsarakan hati. maka dari itu orang-orang jarang yang melakukannya. namun setidaknya dengan meninggalkan orang yang sangat kita cintai -jika kita tida berniat meninggalkannya, namun pikiran berkata lain- , jika dia datang kepada kita kembali, datang ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa untuk kita, maka dialah sejatinya cinta kita.
Mungkin banyak orang yang menginginkan jalan kisah cintanya sama seperti di dongeng-dongeng, cerita-cerita pengantar tidur, film-film, novel-novel dan lain sebagainya. mereka menginginkan jalan cita yang sempurna. sadarlah teman-teman untuk apa kita menginginkan jalan cerita cinta yang seperti itu? setiap orang berbeda jalan kehidupannya teman. semua cerita-cerita cinta, dongeng-dongen itu semuanya ada yang membuatnya, mereka hanya manusia biasa, tapi sadarlah, kisah cinta kita dibuat oleh Allah, sang pencipta yang maha sempurna membuat kisah kita. jadi masih menginginkan kisah cinta seperti di noel-novel yang kalian impikan? kita memiliki kisah cinta kita sendri kawan. dan aku percaya. itu bahkan lebih indah dari semua dongeng-dongeng, novel-novel yang pernah ada. percayalah!
mengenai kehidupan, jika kita menanyakan kepada orang-orang apa yang membuat mereka merasa hidup? jawaban mereka pasti beragam. ada yang menjawab dengan harta, tahta, kekasih yang selalu setia pada dirinya, dan masih banyak lagi. semua itu hanya orang yang bersangkutan yang bisa menentukannya. kemanakah arah hidupnya akan dituju. apakah menuju kebahagiaan atau sebaliknya.
banyak orang yang lari dari kehidupannya, ingin menghilang dari kehidupan ini. Banyak orang lari dari kehidupan ini karena masalah hati. mereka mungkin merasa hanya 'dia'lah yang bisa membuat hidupnya bahagia, atau ia lari karena tak bisa menjaganya? etahlah... seringkali pikiran tidak sepihak dengan perasaan kita. perasaan yang membuat semua ini runyam. membuat kita merasa makhluk yang paling mederita dijagat raya ini. bahkan mampu membuat kapiten kapal Phinisi yang tangguh pun lari dari rintangan hatinya. seseorang yang tangguh dalam kehidupan hanya lari dari 2 hal, kebencian dan perasaan. begitu pula dengan kita, bedanya kita lebh sering lari dari perasaan. mereka yang tidak bisa melewati hal tersebut, banyak yang salah mengambil langkah.
mereka yang lari dari perasaan dan kata hatinya, banyak yang masih bertanya-tanya sebenarnya apakah cinta sejati tersebut. percayalah teman, sesungguhnya akupun belum mengetahuinya. namun aku berpikir sejatinya untuk menngetahui cinta sejati adalah dengan meninggalkannya. sebuah cara yang sangat susah dilakukan memang. meninggalkan orang yang kita cintai dan sayangi. jauh dari kehidupan kita. banyak orang yang tidak mau melakukannya, mayoritas dari kita malahan. mana ada orang yang mau meninggalkan seseorang yang sangat dicintai dan disayanginya hanya untuk mengetahui apakah dia cinta sejatinya. mereka sudah terebih dahuu yakin bahwasanya Ia sudah menemukan cinta sejatinya, buat apa di tinggalkan? hanya menyengsarakan hati. maka dari itu orang-orang jarang yang melakukannya. namun setidaknya dengan meninggalkan orang yang sangat kita cintai -jika kita tida berniat meninggalkannya, namun pikiran berkata lain- , jika dia datang kepada kita kembali, datang ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa untuk kita, maka dialah sejatinya cinta kita.
Mungkin banyak orang yang menginginkan jalan kisah cintanya sama seperti di dongeng-dongeng, cerita-cerita pengantar tidur, film-film, novel-novel dan lain sebagainya. mereka menginginkan jalan cita yang sempurna. sadarlah teman-teman untuk apa kita menginginkan jalan cerita cinta yang seperti itu? setiap orang berbeda jalan kehidupannya teman. semua cerita-cerita cinta, dongeng-dongen itu semuanya ada yang membuatnya, mereka hanya manusia biasa, tapi sadarlah, kisah cinta kita dibuat oleh Allah, sang pencipta yang maha sempurna membuat kisah kita. jadi masih menginginkan kisah cinta seperti di noel-novel yang kalian impikan? kita memiliki kisah cinta kita sendri kawan. dan aku percaya. itu bahkan lebih indah dari semua dongeng-dongeng, novel-novel yang pernah ada. percayalah!
Komentar